Saturday, July 29, 2017

Mengenal dan Melihat Wujud Perubahan Sosial di Masyarakat

Mengenal dan Melihat Wujud Perubahan Sosial di Masyarakat
Pelajar Sma Negeri Jayaloka Ilustrasi
Sahabat Kabarjayaloka telah belajar Perubahan Sosial Menurut Ahli dan Faktornya Penyebabnya di Masyarakat. Dan seperti biasa
sahabatmu ini, akan memberikan Pengetahuan Baru terkait dengan Artikel Sebelumnya. Makin Banyak Baca
dan Makin Banyak Tahu.

Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang
wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa bentuk
perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut.

a. Perubahan yang Terjadi Secara Lambat dan Perubahan
yang Terjadi Secara Cepat

Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan
perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang
cukup lama. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi.
Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang
telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang
yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut
terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau
sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan
revolusi. Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut
menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi
barang-barang industri. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem
pemerintahan NKRI.

b. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang
Pengaruhnya Besar

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang
memengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan tetapi,
perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting dalam
struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian yang tidak
melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah
perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada
pada masyarakat.

Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang
memengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa.

c. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan
yang Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang
memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang
memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya,
penerapan program Keluarga Berencana untuk membentuk
keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan
penduduk.

Perubahan yang tidak dikehendaki umumnya beriringan
dengan perubahan yang dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan
jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan
mudah dipasarkan ke kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan
penduduk desa akan meningkat.

Meskipun begitu lancarnya
hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya penduduk
desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama
yang bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman
keras, VCD porno, dan keinginan penduduk desa untuk memiliki
barang-barang mewah.

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat
atau perubahan ke arah kemajuan atau kemunduran suatu
masyarakat, bergantung pada keadaan masyarakat yang mengalami
perubahan itu sendiri.

Perubahan sosial terbagi atas dua wujud
sebagai berikut.
1) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.
2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa
pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat.

Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan,
masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga
dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Kemunduran atau kemajuan suatu masyarakat disebabkan oleh
perubahan sosial.

Jika muncul inovasi baru dengan kualitas tinggi,
akan terjadi proses perubahan yang sangat cepat pada masyarakat.
Sebaliknya, perubahan yang terjadi di masyarakat dapat juga seperti
jalan di tempat. Misalnya keadaan masyarakat berubah, tetapi
perubahan tersebut tidak meningkatkan atau menurunkan kualitas
hidup mereka.

Keadaan sosial yang baru dengan masuknya teknologi
atau peraturan baru tidak mempunyai kualitas inovasi tinggi
apabila masyarakat menganggapnya hanya mengganti keadaan
yang lama. Akibatnya, proses perubahan ke arah kemajuan menjadi
lambat. Hal itu disebut perubahan sirkuler (berputar-putar tanpa
menimbulkan pengaruh).

Jika dibiarkan tanpa adanya campur tangan
pemerintah, akan sampai pada kemacetan pembangunan (stagnasi).
Akibatnya, terjadi proses pelapukan kebudayaan atau peradaban
masyarakat menjadi menurun.

Oleh karena itu, maju mundurnya
suatu masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri dalam
menanggapi setiap gejala perubahan yang ada di lingkungannya.
Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan
yang diinginkan oleh setiap masyarakat. Kadang-kadang perubahan
sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena
perubahan tersebut dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka
yang telah mapan.

Perubahan sosial dapat pula mengakibatkan
terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai yang ada
dalam masyarakat.

Dengan demikian, ada beberapa faktor yang cukup
berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya suatu
perubahan oleh masyarakat, antara lain sebagai berikut.

1) Adanya sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang
baru. Contohnya, masyarakat tersebut mengadakan kebiasaan
yang berhubungan dengan kebudayaan lain.

2) Suatu unsur baru dapat diterima oleh suatu masyarakat apabila
unsur baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama
yang dianut.

3) Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan
unsur kebudayaan baru. Struktur sosial yang tertutup akan sulit
menerima kebudayaan baru.

4) Unsur kebudayaan baru akan dapat diterima oleh suatu
masyarakat apabila telah ada dasar unsur-unsur kebudayaan
sebelumnya.

5) Unsur baru dapat diterima oleh warga masyarakat apabila telah
terbukti kegunaannya.


EmoticonEmoticon