Renungan Ternyata Hijramu Palsu



Shalihah, mari kita tengok perjalanan hijrah kita yang katanya sudah menjadi lebih baik dari masa lampau. Dulu, kamu gemar memamerkan aurat dengan pakaian ketat serba minim banyak gaya, sekarang, yang kamu pamerkan mata indah lentikmu yang mendapat pujian dari ikhwan sejagad maya, Lalu, apa bedanya?

Ilustration Images By Google.com


Dulu, kamu habiskan waktumu dengan pacaran bercumbu mesra, sekarang, kamu pun berduaan dengan ikhwan modus di chat whatsapp, line, instagram, saling kode status dengan berlindung di balik "taaruf" katanya, Lalu, apa bedanya?

Dulu, kamu idolakan oppa-oppa korea yang katamu tampan, kamu pun tak bisa menundukkan pandangan,
sekarang, kamu berpindah pada ikhwan-ikhwan 'religi' selebgram, katamu itulah suami idaman, Lalu, apa bedanya?
.
Tampilanmu memang berubah, hadir kopdar komunitas 'akhwat berniqab' ke sana ke mari, foto selfie wefie-mu bertebaran di sana sini, tapi majlis ilmu tak pernah kau kunjungi. Hafalan al-Qur'an-mu tak bertambah, pemahamanmu mengenai agama sebatas mengandalkan logika dan "katanya", tak pernah tersentuh kitab-kitab para ulama, lalu mau kau apakan anak-anakmu kelak?
.
Mau kau ajarkan apa pada mereka? Apa kau mau ajak selfie saja mereka nanti? Shalihah, mari jadikan diri kita lebih baik, bukan sekedar tampilan, tapi juga dari segi keilmuan. Perempuan adalah tonggak sebuah peradaban. Pada diri kita-lah terdapat harapan, melahirkan generasi-genera si penerus ulama. Datangi majlis ilmu, sentuh nafasnya para ulama melalui tulisan dan kitab mereka, sibukkan diri kita dengan ilmu, ilmu, ilmu.
.
Lalu barengi dengan perbaikan adab, hapus foto-fotomu, turunkan, jangan terperdaya dengan pujian, itu hanya sebatas dalam lisan mereka. Carilah ridha Allah semata. Tirulah istri-istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabiyah yg lain, di mana kita tak pernah tahu raut wajah mereka, tapi namanya harum mewangi hingga sekarang. 

0 Response to "Renungan Ternyata Hijramu Palsu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel