Penyebab Harga Karet Jayaloka Murah dan Upaya Mengatasinya

Sebagian Besar Masyarakat Jayaloka berkerja sebagai Petani karet. Petani karet Jayaloka, memiliki Produktivitas yang cukup tinggi dalam menghasilkan Karet. Beberapa petani karet di Jayaloka, dalam menjual hasil karetnya kepada Bos Karet berbeda-beda. Ada petani karet yang menjual setiap bulan sekali, seminggu sekali, bahkan ada juga yang menjualnya secara langsung kepada bos karet saat baru selesai di cetak dari kebun karet.


Semakin lama harga karet di Jayaloka, terus mengalami penurunan. Meskipun mengalami kenaikan, hanya bebera Rupiah saja. Sedangkan untuk penurunan harganya, begitu pesat dan tidak seimbang dengan kenaikan harganya.


Mungkin saat ini, masyarakat Jayaloka sering bertanya-tanya Kenapa Harga Karet Jayaloka Murah? Atau Kenapa Harga Karet Jayaloka tidak mengalami Kenaikan?


Dilingkungan masyarakat Jayaloka, masyarakat memiliki banyak sekali pendapat tentang harga karet. “Beberapa Masyarakat kadang kecewa dengan pemerintahan saat ini, bahkan di lain pendapat mereka juga mengungkapkan lebih baik di Tahun-tahu sebelumnya”.


Dulu saat harga karet mencapai angka yang fantastis yaitu sekitar Rp 20.000/kg. Masyarakat begitu senang, dan lalu lintas ekonomi terutama di Jayaloka bergitu cepat. Bahkan pada masa itu rata-rata masyarakat beralih semua bekerja sebagai Petani Karet.
Namun waktu terus berputar, masa yang dulu dengan yang saat ini tentu sangat berbeda. Namun hal itu juga, seharusnya mampu membuat masyarakat untuk mencari strategi yang baik dalam peningkatan harga Karet bagi masyarakat Jayaloka yang memang benar-benar focus di sana.


Memang kita tidak dapat membuat kebijakan, atau semua keinginan kita terhadap harga karet benar-benar tercapai, namun setidaknya dengan memahami hal ini dengan baik. Kita akan tau kea rah mana kita harus melangkah atau bertindak.


Sebelumnya kita sebagai Masyarakat Jayaloka, harus mengetahui apa saja yang menyebabkan Harga Karet di Jayaloka begitu rendah?
Pada dasarnya, harga karet yang murah tidak hanya di rasakan oleh Masyarakat Jayaloka saja. 

Akan tetapi di beberapa Wilayah di luar Jayaloka, masih dalam lingkup ruang Sumatra Selatan. Juga mengalami hal yang sama, bahkan ada yang lebih murah lagi harga karetnya, terutama di daerah yang ter Isolir yang sulit di jangkau oleh Transportasi juga akan lebih murah lagi. 


Untuk hal itu masyarakat Jayaloka,harus tetap bersyukur dengan keadaan yang sekarang. Meskipun kita semua mengharapkan, ada perubahan harga karet menuju lebih baik lagi.

Terus apa saja yang menjadi Faktor, Harga Karet di Jayaloka sangat Murah dan Tidak Stabil:


Permintaan Pasar

Apa maksudnya? Maksudnya adalah Permintaan pasar Internasional dalam hal ini kaitannya dengan kegiatan Ekspor-Impor. Produktivitas akan karet terus bertambah, sedangkan Pengelolaah atau Industri Pengolah Karet memiliki daya tamping terbatas, hal ini juga dapat memicu atau mempengaruhi harga karet di Seluruh dunia, termasuk Indonesia.


Kualitas Karet 

Produksi karet atau penghasil karet di dunia tidak hanya berasal dari Indonesia saja yang harus diketahui Masyarakat Jayaloka. Bahwa beberapa Negara tetangga juga memproduksi karet seperti Malaysia, Thailand bahkan memiliki produktivitas atau hasil karet yang memiliki kualitas yang bagus. Bukan berarti disini kita mengatakan, bahwa harga kualitas karet Jayaloka buruk ya. 

Namun dalam artian skala rata-rata lateks yang dihasilkan setelah di cetak, di wilayah Indonesia terutama kepulauan Sumatra, masih banyak masyarakat yang memiliki kebudayaan buruk dalam memahat karet. 

Seperti apa contohnya: Misalkan memasukan bagian tertentu kalau orang Jayaloka menyebutnya Tatal dan ada juga petani yang curang misalkan memasukan benda-benda tertentu untuk menambah berat, yang padal nantinya akan memiliki dampak yang buruk bagi banyak orang.

Pemerintahan dan Politik

Hal yang harus kita ketahui juga bahwa, Pemerintahan dan keadaan politik juga sangat mempengaruhi harga karet di seluruh Indonesia. Dalam hal ini kaitannya, adalah arah dan kebijakan ekonomi yang di tetapkan oleh pemerintah. Dan juga gejolak Politik yang tidak begitu kondusif, yang dalam hal ini pada pemerintahan kita masih banyak pemimpin-pemimpin yang melakukan penyimpangan seperti Korupsi.

Permainan di Penampung Karet

Dalam hal ini ada beberapa oknum seperti tempat penjualan karet melakukan manipulasi harga karet yang sebenarnya, dalam hal ini mengambil beberapa persen dari harga karet yang sebenarnya itu merupakan harga yang tidak boleh di potong lagi.


Kurang Kreativitas dari Masyarakat

Apa maksudnya? Bagi kita kebanyakan sebagai petani karet hanya memproduksi karet benar-benar dalam kondisi mentah, namun padahal jika masyarakat lebih kreatif kita akan membuatnya menjadi karets yang semi jadi. 

Namun memang agak sulit bagi masyarakat kita yang belum terbiasa, seperti saya pernah menyaksikan acara televisi tepatnya Stasiun TVRI itu tentang Produksi Karet di Daerah Jambi, yaitu mereka mengolah lateks/karet yang telah di hasilkan, kemudian mereka mmbuatnya seperti lembaran terntentu, nah bisa cari referensi lebih akurat tentang ini.

Dalam kondisi seperti ini, adapun yang dapat dilakukan oleh masyarakat Jayaloka. Sehingga harga karet khususnya di Wilayah kecamatan jayaloka tidak benar-benar makin murah, hal ini akan memiliki dampak yang terus memburuk bagi Petani Karet di Jayaloka:


Hindarkan Budaya Buruk

Budaya seperti apa maksudnya? Kebanyakan dari masyarakat Jayaloka pada umumnya jika memahat karet, bagian yang disebut Tatal dimasukan kembali ke dalam tempat penampungan Getah (Sayak). 

Padahal hal tersebut sangat buruk,yaitu menurunkan dari Kualitas karet dan juga bisa mempengaruhi harga karet saat dilakukan penjualan. Tak jarang banyak beberapa karet yang telah dicetak, dilakukan penyayatan, bahkan di kembalikan ke petaninya karena terlalu banyak tatal. Hal ini dapat kita hindari dengan berpikir lebih baik, coba kita sebagai masyarakat Jayaloka berpikir ulang. 

Jika hitung total tatal yang dimasukan kedalam lateks yang telah dicetak, saya yakin beratnya tidak mencapai 2 KG. Tentunya ini merugikan kan. Rasanya tidak afdol kalo gak kasih tatal, terus Bagaimana? Nah jika memang sudah jadi budaya, dan sangat sulit di tinggalkan. Masyarakat dapat memasukan tatal ala kadarnya saja.

Menggunakan Pupuk Tambahan

Ada baiknya kita sebagai petani karet di Jayaloka, dapat memahami dengan baik bahwa Karet yang kita paht juga membutuhkan tambahan gizi (Asupan yang menambah hasil Produkivitas). Kebanyakan dari masyarakt kita, hanya focus memahat tanpa memperdulikan hal tersebut, sehingga hasil yang di dapatkan juga belum cukup maksimal. Karena seperti halnya manusia, terkadang adakalahnya kita juga membutuhkan kebutuhan yang menunjang kesehatan kita. 


Nah mungkin sampai disini dulu pembahasan kita, karena sudah cukup panjang dan dilain waktu akan saya sambung kembali. Terimakasih atas Perhatiannya, dan sekali lagi mohonmaaf apabila ada kesalahan dalam penyampain saya….!

0 Response to "Penyebab Harga Karet Jayaloka Murah dan Upaya Mengatasinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel