Sunday, June 10, 2018

Stop Diskriminasi Jurusan IPA dan IPS di SMA

Stop Diskriminasi Jurusan IPA dan IPS
My Ilustrasion IPA and IPS

Hallo guys, mungkin gak asing lagi buat lho klo sekolah itu disuruh yang namanya pilih jurusan. Apalgi kalo kamu baru masuk SMA atau sekolah sejenisnya gitu. So hal itu memang gak bisa dihindari, sebuah pilihan yang cukup menjadi Problem bagi kalangan anak SMA Jaman sekarang. 

Masalahnya emang dimana tuh….?

Masalahnya adalah Siswa/siswi yang akan masuk ke masing-masing jurusan di jejali opini-opini public yang tidak berkualitas, yang merusak citra pendidikan di Indonesia itu sendiri. Misalakan ni, “ Sykur deh kamu Masuk IPA, siap-siap aja pusing kepalah lho…!” atau yang seperti ini “ Ngapa masuk jurusan IPA, jurusan IPA kn sulit banget…? Atau ada juga yang seperti ini “Masuk jurusan IPA buat kamu makin pintar, dan masa depan kamu lebih oke…!!!” dll.

Itu hanya bagian kecil untuk yang masuk jurusan IPA ya, gimana dengan jurusan IPS? Gak jauh bedah memang, tapi kalo di IPS mungkin agak lebih hangat lagi. Lebih hangat dari tee manis buatan ibu dirumah (Juskid). Misalkan “ Kok Kamu Malah masuk jurusan IPS sih…?” atau bisa seperti ini “Ni orang-orang masuk jurusan IPS pasti gak kuat otaknya….?” Atau bahkan “ Dengan masuk jurusan IPS, kamu bakalan jadi anak yang memiliki jiwa Sosial yang tinggi dan pinter Komunikasi…!” dll.

Beberapa contoh yang disebutkan diatas memang terlihat masalah kecil, namun memberikan dampak yang luas bagi pendidikan di Indonesia. Hal tersebut membuat banyak penilain yang salah dari masyarakat dalam hal ini orang tua, membuat anak/ siswa yang masuk di salah satu jurusan tersebut merasa terbebani dan menjadi pesimistis yang selalu berpikiran negative Thinking.

Memang dalam dunia Institusi Pendidikan, hal initak bisa dipungkiri. Terkadang tampak jelas diskriminasi atau membeda-bedakan diantara kedua jurusan tersebut. Hal ini diibaratkan dalam sebuah pendidikan terdapat yang namanya different Social/Tingkatan/Kelas, padahal jika semuanya sesuai UUD 1945 tidak ada namanya diskriminasi pendidikan termasuk system jurusan di Indonesia.

Salah satu UUD 1945 BAB XA*** (Hak Asasi Manusia) Pasal 28C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.’’

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.

Siapapun mereka mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa Adanya diskriminasi dalam hal-hal tertentu. Jika diamati saat ini, banyak siswa-siswi yang tidak menemukan potensi dirinya sesuai Passionnya. 

Kenapa ini terjadi? Salah satunya adalah terkekangnya siswa/siswi dalam memilih sebuah jurusan. Sering kali saya mendengar dari kalangan guru/orang tua yang mengatakan anak-anak yang memilih kemampuan yang lebih wajib masuk jurusan IPA yang sebaliknya ke IPS. Dan juga contoh lain juga, dibeberapa SMA di Indonesia saat siswa baru mau masuk di SMA. Melakukan test PSB di mana siswa akan mengikuti sebuah ujian baik itu tertulis atau sebagainya. Dimana hasilnya kebanyakan siswa siswa yang memiliki nilai tertinggi pada testnya dimasukan ke penjurusan IPA dan sebaliknya. Sistem yang seperti ini tidak baik menurut saya untuk pendidikan di Indonesia.

Ada baiknya pihak sekolah menjelaskan secara detail dan lengkap, dari masing-masing jurusan. Melakukan filter terhadap siswa yang akan masuk ke masing-masing Jurusan tersebut. Sehingga nantinya siswa dapat lebih termotivasi karena sesuai terhadap pilihannya. Tidak hanya itu seorang guru, menurut saya wajib menjelaskan tentang keunggulan dan kelemahan di masing-masing jurusan, sehingga akan terlihat sebuah Objektivitas pendidikan tanpa ada diskriminasi.

Karena kita tahu, bahwa Indonesia tidak hanya dibangun atas satu pengetahuan saja. Karena Indonesia memerlukan baik itu Ilmu Pasti/Alam ataupun Ilmu Sosial/Soshum. Karena pada dasarnya, tidak ada kesempurnaan sebuah Ilmu Pengetahuan. Hal-hal semacam ini, perlu menjadi sebuah kajian Pemerintah dan orang-orang yang terlibat dalam dunia Pendidikan di Indonesia.
Sehingga Pendidikan di Indonesia, benar-benar ditegakan sesuai mekanismenya.

(www.kabarjayaloka.id)


EmoticonEmoticon