Contoh Makalah tentang Pengertian dan Konsep Geografi

Di kelas X, biasanya proses belajar terus di kembangkan. Sekarang gurupun memberikan pengajaran dan pembelajaran yang mengarahkan kepada kemampuan menulis yang lebih baik pada siswanya. Seperti pembuatan Karya tulis berupa makalah.  Jika belum tau apa itu makalah, Berikut ini Cara Membuat Makalah yang Baik di SMA dengan mudah bagi pelajar SMA.
Susunan Struktur dan Cara Penyusunan Makalah Geografi
Dokumen Penulis
Pada makalah ini saya sajikan dari cabang Ilmu Geografi Program IPS. Umunya materi ini, akan kalian temui di kelas X pada semester 1, pada makalah ini saya menggunakan 2 kata kunci penting yanitu pengertian menurut para Ahli dan Konsep Geografi (Baca Juga: Contoh Makalah Geografi Tentang Konflik Pemanfaatan Lahan Doc) Meskipun di bilang hanya 2 judul saja, namun pembahasan di buat lebih mendalam.

Pada makalah ini juga, saya menyajikan versi makalah yang sudah dalam format Microsoft Word (Docs), silakan kamu download filenya yang terletak pada akhir di Pembahasan makalah ini. Pada makalah-makalah sebelumnya, saya pernah bilang bahwa setiap Institusi itu berbeda aturan dalam penulisan makalah. Untuk itu silakan, edit kembali pada dokumen yang telah kamu download sebelumnya (Baca Juga: Contoh Makalah Tentang Pola Keruangan Desa Doc).

Oke biar lebih tahu materi yang telah susun, berikut ini saya sajikan materi yang ada pada makalah sampai pada Daftar Pustaka.

KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan pada Allah swt, atas Berkat Rahmat Taufik dan Hidiyahnya. Saya dapat menyelesaikan penulisan Makalah tentang Pengertian dan Konsep Geografi. Makalah Geografi ini, disusun berdasarkan Materi Pembelajaran SMA Kelas X.

Pengetahuan tentang bumi sudah dimiliki manusia sejak ada di bumi ini. Sebab sejak lahir sampai akhir hayatnya, manusia tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh alam lingkungannya. Manusia membutuhkan berbagai unsure yang ada di bumi, mulai dari air yang diminum, udara bersih yang dihirup, sumber makanan, bahan pakaian, sampai tempat berlindung (rumah) dari cuaca buruk dan gangguan binatang liar. Semuanya diperoleh manusia dari alam atau bumi ini hal inilah pentingnya bagi semua orang untuk belajar banyak pengetahuan yang mengupas semua itu tidak lain adalah Ilmu Geografi.

Pada kesempatan ini juga, saya mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Departemen Pendidikan Nasional yang telah menyediakan banyak buku-buku Elektronik, atau yang sering disebut BSE. Sehingga dalam Proses Penyusunan Makalah Geografi tentang Pengertian dan Konsep Geografi dapat di selesaikan dengan baik.
Harapan Saya, selaku penyusun dari makalah ini adalah materi-materi yang ada pada Makalah ini, dapat dipahami dengan baik dan dapat menambah wawasan serta Pengetahuan.



Jayaloka, 22 Juli 2018

Penulis
  
Daftar Isi


KATA PENGANTAR 2

Daftar Isi 3

BAB 1 PENDAHULUAN 4

1.1 Latar Belakang 4
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 4

BAB II PEMBAHASAN 5

2.1 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli 5
2.2 Konsep Geografi 6
1. Konsep lokasi 8
2. Konsep jarak 8
3. Konsep keterjangkauan 8
4. Konsep pola 8
5. Konsep morfologi 9
6. Konsep aglomerasi 9
7. Konsep nilai kegunaan 9
8. Konsep interaksi dan interdependensi 9
9. Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau distribusi keruangan) 10
10. Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan) 10

BAB III PENUTUP 11

3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 12

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia, timbul tuntutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang tidak mereka peroleh dari lingkungan tempat tinggalnya. Begitu pula hasrat ingin tahu tentang benda dan gejala yang ada di permukaan bumi, telah mendorong mereka untuk mengadakan perjalanan ke daerah di luar tempat tinggalnya.

Berkembangnya sistem pengetahuan ikut mendorong manusia untuk mengenal alam dan lingkungannya lebih jauh lagi. Misalnya, perdagangan antar daerah telah mendorong manusia untuk mengenal daerah di luar wilayahnya. Dari hasil kunjungannya tersebut, mereka dapat mengenal kondisi alam, penduduk, dan hal-hal lainnya. Berbagai hasil perjalanannya tersebut, kemudian diberitakan kepada orang lain, sehingga orang lain akan tertarik untuk mengunjunginya.

Inilah awal lahirnya studi geografi yang sebelumnya merupakan suatu kisah perjalanan umat manusia di permukaan bumi. Hal itu juga yang membuat saya tertarik untuk menyusun Makalah Geografi tentang Pengertian dan Konsep Geografi.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dan Latar Belakang di atas, Adapun yang menjadi pembahasan pada Makalah ini:
1. Apa Saja Pengertian Geografi Menurut Para Ahli?
2. Apa yang di Maksud Konsep Geografi? 

1.3 Tujuan

Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, Adapun Tujuan yang di harapkan dari Makalah ini:
1. Dapat Memahami dengan baik serta Mampu Mendeskripsikan Pengertian Geografi menurut Para Ahli.
2.Mengerti Maksud dari Penjabaran Konsep Geografi sebenarnya.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Selama sejarah perkembangan geografi, telah banyak ahli yang mengemukakan definisi geografi. Sebagai gambaran, di bawah ini di kemukakan definisi geografi yang di latar belakangi ilmu dan pemahaman para ahli itu sendiri.

1. Erastothenes

Geografi adalah penulisan tentang bumi. Definisi ini sesuai dengan perkembangan geografi pada masa itu yang membicarakan keadaan daerah daerah lain (geo = bumi; graphein = penulisan atau uraian).

2. Strabo

Menyebutkan bahwa geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya, di mulai dari menceritakan tentang daerah lain, sudah lebih di khususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu daerah yang sudah mempunyai cirri khas tersendiri dan adanya hubungan antar daerah (tempat).

3. Karl Ritter

Geografi ialah studi tentang daerah yang berbeda-beda di permukaanvbumi (Different areal) dalam keragamannya.

4. John Hanrath

Geografi adalah pengetahuan yang menyelidiki persebaran gejala gejala fisik biologis dan antropologis pada ruang di permukaan bumi, sebab akibat dan gejala menurut ukuran nilai, motif yang hasilnya dapat di bandingkan.

5. James E. Preston

Geografi adalah ilmu yang berhubungan dengan interrelasi manusia dan habitatnya. Batasan ini lebih ditekankan pada interelasi di antara habitat manusia.

6. R. Bintarto

Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secara fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

7. Seminar dan lokakarya peningkatan kualitas pengajaran geografi 1988

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfera dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. 

Jika kita amati, makna geografi yang terdapat dalam setiap definisi di atas menjadi sangat sulit diketahui, terlebih lagi apabila yang di tafsirkan hanya isi definisinya, tanpa mengetahui konsep, faktor, prinsip, dan hakikat geografi itu sendiri.

Dari berbagai definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, kita dapat mengetahui paling sedikit sesuatu yang telah dikerjakan oleh mereka terhadap ruang permukaan bumi serta perkembangan geografi yang terjadi pada masa itu. Adapun pekerjaan ahli geografi pada dasarnya yaitu meneliti, menganalisis, menjelaskan, dan melukiskan tentang berbagai relasi antara manusia dengan alam sekitarnya.

2.2 Konsep Geografi

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa di permukaan bumi terdapat hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan alam. 

Pandangan tersebut, garis besarnya sebagai berikut:
1. Kehidupan manusia dan kebudayaannya ditentukan oleh alam.
2. Manusia dan kebudayaannya tidak ditentukan oleh alam, tetapi manusia mempunyai peranan aktif terhadap alam, sehingga manusia dapat memilih kebudayaannya, sedangkan alam hanya memberikan kemungkinankemungkinan.

Kedua pandangan tersebut sampai sekarang masih banyak penganutnya, satu sama lain saling mempertahankan. Pendapat pertama (Fisis Determinis) mempertahankan pengaruhnya terhadap kritikan-kritikan dari pendapat kedua (Possibilis). Pendapat pertama menyatakan bahwa faktor-faktor geografik atau alam sering memainkan peranan yang dinamik dalam perkembangan Ke budayaan manusia, berarti alam tidak memainkan peranan yang pasif. 

Pendapat kedua (Possibilisme) menyatakan bahwa hampir semua praktik kebudayaan yang spesifik tidak dengan logis dikembalikan langsung pada alam sebagai habitat geografis semata-mata, melainkan manusia yang memegang peranan dalam menentukan budayanya (aktif).

Berdasarkan pernyataan paham fisis determinis maupun paham possibilis, yang terus menerus saling mempengaruhi pemikiran manusia dan saling melakukan kritikan, maka secara sederhana dapat diambil jalan tengah, yaitu melalui beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1. Berapa jauh kebudayaan suatu wilayah atau suatu bangsa di tentukan oleh alam dan lingkungannya?
2. Berapa jauh bahwa lingkungan alam dapat diubah oleh kegiatan manusia?

Selain itu, dalam kenyataan sehari-hari banyak kita temukan berbagai kenampakan dan gejala di muka bumi yang tanpa disadari membawa kita untuk merenung dan berpikir. Misalnya, mengapa permukaan bumi ini tidak rata, melainkan ada bagian yang tinggi seperti dataran tinggi, bukit, gunung atau pegunungan serta ada pula bagian-bagian yang rendah seperti lembah, palung, atau ngarai, sehingga terdapat berbagai kawasan muka bumi yang berbeda karakteristiknya? 

Bagaimana fenomena alam ini dapat terjadi? Mengapa suhu udara di wilayah pantai sangat panas, sedangkan di pegunungan dingin?

Mengapa daerah A memiliki curah hujan tinggi, sehingga berbagai jenis tetumbuhan tumbuh subur, sedangkan daerah B sangat gersang? Apa yang menyebabkan daerah dataran rendah sangat cocok ditanami kelapa atau padi sawah, sedangkan di dataran tinggi cocok untuk sayur-mayur?

Disadari atau tidak, pada hakikatnya pertanyaan-pertanyaan tersebut telah menuntun kita ke arah pemahaman konsep-konsep geografi. Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, hubungan timbal balik, gerakan, dan perwilayahan.

Agar dapat memahami geografi, diperlukan konsep-konsep dasar mengenai geografi itu sendiri, artinya memahami pengertian istilah-istilah yang umum digunakan oleh geografi sebagai disiplin ilmu. Konsep ini merupakan suatu hal yang abstrak berkenaan dengan gejala nyata tentang geografi untuk mengungkapkan beberapa gejala, faktor atau masalah, sehingga setiap kata mengandung arti tersendiri.

Pemahaman geografi dimulai dari hal yang konkret secara bertahap akan menuju kepada hal yang abstrak. Misalnya, dalam memahami atmosfera dan mempelajari cuaca, tentu saja harus mengenal unsur-unsur cuaca, yaitu salah satunya adalah hujan. Sebelum terjadinya hujan tentu terjadi pemanasan oleh sinar matahari yang menimbulkan penguapan, kemudian membentuk awan, tentu saja awan apabila berkondensasi maka akan menimbulkan hujan. Hujan yang diturunkan di suatu tempat dapat dipengaruhi angin. 

Dengan demikian, angin berperan dalam menjatuhkan hujan. Apabila hal ini terus menerus berlangsung maka dinamakan daur hidrologi. Dari uraian di atas, dapat ditarik beberapa konsep, yaitu hujan, penguapan, awan, kondensasi, dan angin.

Apabila seseorang telah dapat membina konsepnya, maka ia akan dapat mengembangkan generalisasi. Maksudnya bahwa pengertian goegrafi sudah tidak perlu diuraikan, baik secara denotatif maupun konotatif lagi, melainkan secara langsung orang yang bersangkutan dapat berbicara tanpa mendefinisikan konsep tersebut satu persatu.

Generalisasi adalah hubungan atau gabungan antara dua konsep atau lebih. Dengan demikian, pernyataan generalisasi berupa prinsip geografi. 

Contoh, generalisasi terdiri atas beberapa konsep seperti berikut ini:
1. Urbanisasi merupakan masalah sosial yang harus diatasi karena menambah padatnya kota, sedangkan commuter atau penglaju memerlukan sarana transportasi yang mendukung dari sub-urban ke wilayah-wilayah kegiatan di kota.
2. Awan Cumulonimbus dapat mendatangkan hujan besar jika telah berkondensasi dibanding dengan awan Cirrus.
3. Erosi yang dominan terjadi di sungai bagian hilir yaitu erosi lateral, sehingga di daerah ini banyak dijumpai meander.

Banyak para ahli yang memberikan konsep-konsep tentang geografi, sehingga perlu dibentuk konsep dasar bagi perkembangan geografi di Indonesia. Untuk itu, diselenggarakan Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998 yang menghasilkan kesepatan berupa 10 konsep esensial geografi, yaitu sebagai berikut:

1. Konsep lokasi

Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga.
Misalnya:
a. Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.

2. Konsep jarak

Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia cenderung akan memperhitungkan jarak.

Misalnya:
a. Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota di bandingkan dengan harga tanah di pedesaan.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang di bawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan di tempatkan jauh dari kota.

3. Konsep keterjangkauan

Hubungan atau interaksi antartempat dapat dicapai, baik dengan menggunakan sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan kaki.

Misalnya:
a. Keterjangkauan, Jakarta – Biak (pesawat terbang); Bandung – Jakarta (kereta api).
b. Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi.
c. Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.

4. Konsep pola

Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam, hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut.
a. Pola aliran sungai terkait dengan jenis batuan dan struktur geologi.
b. Pola pemukiman terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan, dan sebagainya.

5. Konsep morfologi

Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia.

Misalnya:
a. Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air, dan sebagainya.
b. Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.

6. Konsep aglomerasi

Pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah.

Misalnya:
a. Masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat sejenis, sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah perumnas, pedagang besi tua, pedagang barang atau pakaian bekas, dan lain-lain.
b. Enam puluh delapan persen industri tekstil Indonesia berada di Bandung.

7. Konsep nilai kegunaan

Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang menggunakannya.

Misalnya:
a. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan, seperti di Puncak antara Bogor dengan Cianjur, banyak dijadikan tempat peristirahatan dan rekreasi.
b. Lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan/pegawai kantor.

8. Konsep interaksi dan interdependensi

Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain. 

Misalnya: gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat ke tempat lain seperti,
a. Pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik), dan migrasi.
b. Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, terhadap pembaca atau pemirsa.

9. Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau distribusi keruangan)

Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya.

Misalnya:
a. Fenomena yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lain, seperti:
1) jarak dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2) pemukiman padat, sedang, atau jarang.
b. Pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.

10. Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan)

Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya. Misalnya, jika dikaji melalui peta, maka terdapat konservasi spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.

Sepuluh konsep tersebut, sengaja dibuat untuk penyatubahasaan pemikiran geografi, semuanya merupakan awal dari memahami geografi. Dengan demikian, pendidikan geografi mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi harus mencakup sepuluh konsep tersebut, hanya materi yang diberikan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Geografi dapat diartikan sebuah Ilmu yang mempelajari Bumi dengan berbagai Fenomenanya, serta berbagai Interaksi antara  Alam dengan Makluk Hidup, Ruang dan Waktu, serta berbagai analisis kehidupan Sosial Manusia.

Konsep Geografi digunakan untuk membedakan Geografi dengan Ilmu-ilmu Lainya, meliputi: Konsep Lokasi, Konsep Jarak, Konsep Keterjangkauan, Konsep Pola, Konsep Morfologi, Konsep Aglomerasi, Konsep Nilai Kegunaan, Konsep Interaksi/Interdepensi, serta Konsep Keterkaitan Ruangan.

3.2 Saran

Penting bagi semua masyarakat, untuk memahami tentang Ilmu Geografi. Dengan mempelajari geografi berarti kita menjadi orang yang peduli dengan Bumi dan tanah air Indonesia. Sehingga rasa peduli dan tanggung jawab, akan selalu tertanam di dalam jiwa raga kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, J. Dkk. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Arnold, Caroline. 2003. Geografi: Aktivitas untuk Menjelajahi, Memetakan, dan Menikmati Duniamu (Terj.). Bandung: Pakar Raya
Chaldun, Achmad. 1999. Atlas Indonesia dan Dunia. Surabaya: Karya Pembina
Dewan Redaksi. 1988. Ilmu Pengetahuan Populer. Grolier International Inc.
Dewan Redaksi. 1995. Oxford Ensiklopedi Pelajar. Grolier International Inc.
Kamil Pasya, G. 2002. Geografi: Pemahaman Konsep dan Metodologi. Bandung: Buana Nusantara.
Latif, Chalid. 1991. Atlas Indonesia dan Dunia untuk Sekolah Lanjutan. Jakarta: Pembina.

Demikianlah susunan materi yang ada pada makalah Pengertian dan Konsep Geografi ini, untuk lebih menambah kelengkapan data pada makalah ini. Silakan kombinasi kembali, dengan materi susunan yang telah kamu buat sebelumnya. Silakan unduh versi Dokumennya, dibawah ini!

14 Responses to "Contoh Makalah tentang Pengertian dan Konsep Geografi "

  1. Jadi ingat dulu ketika aktif sekolah he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mas Roli suka buat makalah juga Ya, kalo saya sering disuruh buat makalah kalo pas mau diskusi mas. Ya biasanya saya sering dapat Order juga dari teman-teman.

      Delete
  2. Replies
    1. Gak juga sebenarnya mas, kalo kita mau belajar pasti gak sulit. Tapi memang sih, kalo yg belum terbiasa Agak ribet meamng. Pas cari materinya, gak mungkin kita copy paste aja di situs web. Bisa dihapus entr di Google.

      Delete
  3. Materi sekolah anak SMA jaman now lebih sulit ya dibanding jaman kami dulu. Beruntung udh lahir duluan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya mas Aris. Menurut saya ini masalahnya adalah sering gonta-ganti Kurikulum. Pas mentrinya ganti, Kurikulumnya juga ikut ganti. Jadi kalo saya simpulkan sementara, siswa jadi korbannya kurikulum. hihi

      Delete
  4. beberapa kutipan teks makalah di atas hampir sama makalah makalah pada umumnya, terutama makalah versi buatan saya Mas,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa iya mas.... Ya kan yang ditulis judulnya sama. Kalo isi saya gak duplikat dari situs web lain mas. Tapi BSE.

      Delete
  5. Dulu waktu SMA lebih memilih bikin kliping dari pada Makalah. lebih susah sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo saya malah jarang buat Kliping mas Dwi, tapi klo dsuruh bikin Makalah na sering.

      Delete
  6. Gua udah kelar kulit, menulis makalah nggak pernah benar hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk muda menulis Makalah, silakan buat Struktur/ kerangkanya dulu mas Ramdan. Udah itu ya Step by Step.

      Delete
  7. waw kece banget kakak satu ini, sedang membahas makalah mengenai pengertian konsep geografi yaa.. jujur kak saya anak sistem informasi geo juga, cuma emang kerja nya ga nyambung sekarang hehee jadi lupa deh kak apa aja yang mesti dipelajari, tapi dengan begini, ilmunya jadi dishare dan bermanfaat untuk orang yang membutuhkan ya kak

    ReplyDelete
  8. Bagus, mas Alex.
    Artikel panduan tahapan-tahapan membuat makalah pemahaman geografi dishare.
    Bermanfaat untuk bekal para siswa.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel