Sejarah Berdirinya Desa Margatani di Kecamatan Jayaloka

Marga Tani merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jayaloka. Meskipun terdengar seperti orang medan, untuk Marganya. Kebanyakan Penduduknya di Dominasi oleh Masyarakat Pribumi dan Masyarakat Jawa. Pada artikel yang cukup panjang kali ini, saya akan mengupas sedikit lebih Spesifik untuk desa Marga Tani (Baca Juga: Sejarah Singakat Kecamatan Jayaloka).

Foto Perangkat Pemerintahan Desa Marga Tani

Ibarat orang makan, tidak pas kalau tidak kita sajikan lauk pauknya. Begitupun Desa- desa yang ada di Kecamatan Jayaloka, kurang pas kalau tidak ada orang yang tau tentang desanya. Untuk itu diawal pembahasan ini, saya mengajak Seluruh Warga Masyarakat Jayaloka untuk ikut serta berpartisipasi untuk menyubangkan Imformasi seputar Jayaloka di  Halaman Kabar Jayaloka ini (Baca Juga: Sejarah Sma Negeri Jayaloka.

Agar memudahkan dalam memahami semua imformasi tentang Desa Margatani ini, saya akan menyajikan bagian-bagian sub pokok penting yang akan di bahas pada artikel meliputi:
  1. Latar Belakang Berdirinya Desa Margatani
  2. Letak Geografis, Luas Wilayah, dan Iklim Desa Marga Tani
  3. Keadaan Sosial, Ekonomi, dan Kependudukan di Desa Marga Tani
  4. Tingkat Pendidikan dan Mata Pencarian di Desa Margatani
  5. Sarana dan Prasarana yang Tersedia di Desa Marga Tani
  6. Lembaga-Lembaga yang Ada di Desa Marga Tani
  7. Keagamaan yang Ada di Desa MargaTani


1. Latar Belakang Berdirinya Desa Margatani

Desa  Margatani   adalah  Desa di mana dahulunya tempat  berladangnya Warga Desa Muara Kati , Desa  Batu  Bandung,  Desa Lubuk  Besar  dan Warga suku Jawa yang merantau ke Sunatera serta  Warga CTN dari Tebing Tinngi . Desa  Margatani    sering disebut   dengan  pal 9 ( Km  ) . Desa   Margatani baru    ada   pemerintahan   secara   resmi  yang disebut   dengan  Ginde   sejak   tahun  1960 an  dengan   Ginde  pertama  di  Desa margatani yaitu Bapak  Bandi,  pada tahun 1970 pemilihan kepala Desa yang pertama yaitu bapak Abu Saripan.

Pada  Tahun  1993 Desa  Margatani   mendapat   tambahan  penduduk sebanya 100 kk  dari Transmigrasi    yang    berasal   dari  pulau   jawa  yaitu  DIY  dan  DKI. Serta    pada    tahun 2012 kembali mekar yaitu Desa Ngestikarya. Untuk  selanjutnya sejarah  Pemerintahan Desa  Margatani adalah sebagai berikut :
Kepemimpinan di Wilayah Desa Marga Tani

2. Letak Geografis, Luas Wilayah, dan Iklim Desa Marga Tani

Desa  Margatani   Merupakan  Salah  satu dari 13 Desa dalam Kecamatan Jayaloka yang ter Letak  di  antara   Desa  Pemekaran Ngestikarya  dan Kecamatan Sukakarya  dengan  luas wilayah Kurang lebih  1.837,45 Ha yang terdiri dari : Pemukiman seluas 75 Ha, sawah /  Rawa seluas 10 ha
Perkebunan karet, 1.541,45 Ha, Perkantoran, sekolah seluas 2 Ha,  Pemakaman, 1 Ha dll 185 Ha, dari 1541,45 ha  kebun karet 65 % nya di miliki oleh masyarakat luar desa Margatani.

Desa Margatani berbatasan dengan :
Utara : Berbatasan dengan Sukowarno Kecamatan Sukakarya
Timur : Berbatasan dengan Ngestiboga I Kecamatan Jayaloka.
Selatan : Berbatasan dengan Desa ngestikarya Kecamatan Jayaloka
Barat : berbatasan dengan Desa Muarakati Kecamatan TPK

Iklim   Desa  Margatani   sebagaimana  Desa-desa   lain  di wilayah  Indonesia  mempunyai iklim Kemarau dan Musim Hujan, hal tersebut mempunyai   pengaruh  langsung  terhadap    petani yang sebagian besar adalah petani Karet.

3. Keadaan Sosial, Ekonomi, dan Kependudukan di Desa Marga Tani 2016-2018

Desa margatani mempunyai Jumlah Penduduk  : 1151  jiwa terdiri dari :  561  Jiwa  perempuan serta 590  Jiwa Laki-laki   KK   281   yang tersebar di  3 dusun.
Jumlah Penduduk di Desa Margatani

  • KK Laki-laki : 253 kk
  • KK Perempuan: 28 kk
  • Jumlah KK : 281 kk
  • KK Penerima Raskin: 157 kk
  • Jumlah mata pilih: 748 jiwa.
  • Jumlah KK menurut pekerjaan
  1. Bekerja :  270 kk
  2. Tidak bekerja :    11 kk
  • Jumlah KK menurut status perkawinan :
  1. Kawin :  241 kk
  2. Janda / duda :    40 kk.
  • Jumlah kk menurut pendidikan :
  1. Tidak tamat SD :   28 kk
  2. Tamat SD,SLTP : 210 kk
  3. Tamat SLTA :   39 kk
  4. Tamat D1 –SI :     4 kk
  • Jumlah kk yang mendapatkan kredit mikro / bantuan modal 
  1. Dapat :   24 kk
  2. Tidak dapat : 257 kk
  • Jumlah Wanita US ( 15-45 Tahun ) : 348 Jiwa.
  • Jumlah Pus : 202 Jiwa
  • Jumlah Jiwa berdasarkan Umur ( 7 – 15 Tahun ) :
  • Sekolah   laki-laki   : 167 jiwa. Perempuan : 98 jiwa.
  • Tidak sekolah : laki-laki   :     4 jiwa Perempuan      : 12 Jiwa
  • Posyandu :
  1. Bayi ikut posyandu ( 0-1 th ) :     7 0rang
  2. Balita   ( 1< 5 th ) :   54 0rang
  3. Usia 5   - 10 th : 131 orang
  4. Usia 10 - 25 th : 280 Orang
  5. Usia           25 - 60 th : 454 Orang
  6. Usia 60 tahun :   54 Orang
  7. Peserta KB : 152 Orang.
  8. IUD : 12 orang
  9. Kondom :   6 Orang.
  10. Implan : 44 Orang
  11. Pil : 16 Orang.
  12. Suntik : 74 Orang
  13. Hamil : - Orang
  • Keluarga Prasejahtera :
  1. I. 24 kk
  2. II. 113 kk
  3. III. 7 kk
  • Kondisi Rumah Penduduk
  1. Permanen              :   38  Rumah
  2. Semi Permanen Kayu               : 243 Rumah
  • KK ( Kepala Keluarga ) Yang memiliki  :
  1. WC :  209 kk
  2. Jamban :    27 kk
  3. MCK :   55 kk
  • KK Yang Menggunakan Air berdasarkan  :
  1. PDAM : -
  2. Sumur : 281 kk
  3. Sungai : -
  4. Sumur bor ( Sanimas ): 16.kk
  • KK Yang mengunakan Penerangan berdasarkan :
  1. PLN : 296
  2. Lampu Minyak :     8.

4. Tingkat Pendidikan dan Mata Pencarian di Desa Margatani

Tingkat pendidikan (Baca Juga: Daftar Nama- Nama SD di Kecamatan JayalokaMasyarakat desa Margatani adalah Sbb :
Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Marga Tani
Mata Pencarian Masyarakat Desa Marga Tani

Karena  Desa  Margatani  kecamatan  Jayaloka  merupakan   desa Pertanian /Perkebunan, maka penduduk   Desa margatani  sebagian  besar mata pencariannya adalan Petani/ Perkebunan. (Baca Juga: Daftar Nama SMP dan MTs di Kecamatan Jayaloka)

5. Sarana dan Prasarana yang Tersedia di Desa Marga Tani

Sarana dan praserana Umum Desa Margatani secara Garis besar Sbb :
  • Jalan Desa : 4 Km
  1. Jalan Kecamatan : -
  2. Jalan Kabupaten : 12,5 Km
  3. Jalan Propinsi : -
  4. Jembatan : 2 buah 
  • Seraanah Ibadah
  1. Masjid : 2 Unit ( Nurul Islam dan At Taqwa )
  2. Langgar : 3 Unit ( Al Ikhlas, Al Mutaqin dan Ainun Nurussalam )
  • Sarana Pendidikan
  1. Pauad / Tk : I Unit.
  2. SD : 2 Unit ( 1 unit tidak terpakai )
  • Seraana Kesehatan
  1. Polindes : 1 Unit   1 orang bidan desa.
  2. Posyandu : 2 Kelompok
  • Serana Olahraga
  1. Lapangan sepak bola Desa : 1 lapangan
  2. Voly ball : 2 lapangan
  3. Badminton : 2 lapangan
  4. Tenis Meja : 2 Unit.
  • Sarana umum.
  1. Kantor Kepala Desa : 1 Unit
  2. Balai Desa : 1 Unit

6. Lembaga-Lembaga yang Ada di Desa Marga Tani

Desa Margatani mempunyai kelembagaan yaitu :
  1. BPD
  2. LPM
  3. PKK
  4. KARANG TARUNA
  5. POSYANDU

7. Keagamaan yang Ada di Desa MargaTani

Desa Margatani Mayoritas Penduduknya di dominasi oleh Agama Islam, dan sebagain kecil ada juga yang beragama hindu ketoloik dan protestan .

Demikianlah Imormasi seputar desa Marga Tani Kecamatan Jayaloka  yang dapat Saya sajikan, beberapa data memerlukan pembaruan dan imformasi tambahan. Saya harap Anda dapat membantu saya dalam meng Update imformasi Seputar Desa Margatani dengan Mengirimkan Imformasi terbaru lewat email saya Kabarjayaloka@gmail.com atau di Fanspage Facebook Kabar Jayaloka.

15 Responses to "Sejarah Berdirinya Desa Margatani di Kecamatan Jayaloka"

  1. Mantappp...pas buat bikin makalah ckck, trims udah sharing hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bukan makalah sob, itu merupakan sejarah sebuah Desa yg ada di kecamatan Jayaloka.

      Delete
  2. Semoga semakin jaya nih jayaloka serta web atau blognya. SEmakin bisa dikenal luas oleh dunia.
    Sayang sekali ya, tingkat pendidikannya masih didominan tamatan SMP.
    Wah hebat juga orang jawa, kemana-mana ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, namun ini bukan situs Resmi Jayaloka. Kalo wilayah Kecamatan Saya sendiri, belum ada situs resminya. Minim Sekali Blogger disini. Namun saya berusaha menyubangkan Imformasi, dengan membuat situs jayaloka. Sehingga sedikit banyak orang akan, tau tentang daerah Jayaloka itu.

      Delete
  3. Penduduknya banyak juga nih.
    Tapi makin banyak yang tergerak untuk terjun ke dunia blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukanya makin banyak Alian, malah dari sekian banyak masyarakat yang ada di kecamatan saya itu masih kecil sekali minat untuk menjadi Blogging. Ada sih ada, namun hanya beberapa orang saja.

      Delete
  4. Saya kira sebutan langgar itu cuma terkenal di Pulau Jawa saja, ternyata disini juga ada istilah langgar. Mungkin karena sebagian besar penduduknya berasal dari warga transmigrasian Jawa, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya Asli orang pribumi Sumatra, sebutan langgar bagi kami itu sama dengan Mushola (Sinonim).Namun Alhamdulilah kegiatan Keagamaan, sangat kental di wilayah saya.!

      Delete
  5. Wow..., artikel tentang desa Margatani, Jayaloka ini sangat komplit 👍

    Karena mas Alex tinggalnya berada di wilayah yang banyak penduduk berasal dari Jawa, mas fasih gunain percakapan dengan bahasa Jawa, ya ?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya klo saya tinggal di Desa Ngestiboga II Mas Himawan. Ya memang di lingkungan saya, banyak orang Jawa. Meskipun saya orang sumatra/Dusun, tapi klo diajak bahasa jawa ya bisa. Namun bahasa Jawa Kasar, klo yg Kraton/Halus saya belum bisa mas. Tapi gak cuman, saya aja sih. Anak2 orang jawapun banyak juga gk bisa bahasa yg halus ini.

      Delete
    2. Hahaaha ..., sebenarnya sama sepertiku,mas 😅
      Aku banyak ngga paham kosa kata bahasa Jawa kromo atau halus, hanya kosa kata tertentu yang kupahami.
      Seringkali aku kebingungan kalo diajak percakapan panjang lebar dengan bahasa Jawa kromo.

      Salut, meski mas berasal dari Sumatera tapi mampu berbahasa Jawa .
      Jadi, aku manggilnya dengan sebutan Uda, ya ?

      Delete
  6. Wah bisa makin populer nih desa desa di jayaloka karena adanya web ini...maju terus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sebelumnya mas Dwi, iya Amien mas!!! Soal ditempat saya, masih sedikit sekali atau sekitar 2% yang tau paham soal Blogger atau Web. Kebanayakan Teknologi yang digunakaan gk bisa dimanfaatkan secara Optimal.

      Delete
  7. Desa Desa zaman sekarang semakin canggih Ya

    ReplyDelete
  8. Halo, by the way ada kesalahan penulisan di bagian agama: 'ketoloik' itu katolik, kah? Hehe... Berarti masyarakatnya hidup berdampingan antar agama ya. Alhamdulullah..

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel